Tafsir Jalalain Al Humazah bisa dibaca di kitab aslinya di halaman 508 - 509. Inilah tafsir Surat Al Humazah ayat 1-9
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
وَيْلٌ
Kecelakaanlah.
Lafadz ini adalah kalimat kutukan, atau nama sebuah lembah di neraka Jahanam
لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ
bagi setiap pengumpat lagi pencela, artinya yang banyak mengumpat dan banyak mencela.
Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang suka mengumpat Nabi dan orang-orang mukmin, seperti Umaiyah bin Khalaf, Walid bin Mughirah dan lain-lainnya.
الَّذِي جَمَعَ
Yang mengumpulkan.
(Mimnya) dapat dibaca sukun (جَمْعَ) dan tasydid (جَمَّعَ)
مَالًا وَعَدَّدَهُ
harta dan menghitung-hitung, dan menjadikannya sebagai bekal untuk menghadapi bencana dan malapetaka.
يَحْسَبُ
dia mengira karena kebodohannya
أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ
bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, dapat menjadikannya hidup kekal dan tidak mati.
كَلَّا
Sekali-kali tidak!
Kalimat ini mengandung makna sanggahan.
لَيُنْبَذَنَّ
Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan
Menjadi Jawab Qasam dari lafadz yang dibuang; artinya sesungguhnya dia benar-benar akan dicampakkan.
فِي الْحُطَمَةِ
ke dalam Huthamah. yang segala sesuatu yang dimasukkan ke dalamnya pasti hancur berkeping-keping.
وَمَا أَدْرَاكَ
Dan tahukah kamu, apakah kamu mengetahui
مَا الْحُطَمَةُ
apa Huthamah itu?
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ
(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, dengan besarnya.
الَّتِي تَطَّلِعُ
yang naik, maksudnya panasnya naik membakar
عَلَى الْأَفْئِدَةِ
sampai ke hati, lalu membakarnya; rasa sakit yang diakibatkan api neraka jauh lebih memedihkan daripada api lainnya, karena api neraka sangat lembut.
إِنَّهَا عَلَيْهِمْ
Sesungguhnya api itu atas mereka
Di dalam ayat ini Dhamir dijamakkan karena memandang dari segi makna
مُؤْصَدَةٌ
ditutup rapat-rapat.
Dapat dibaca pakai hamzah ( مُؤْصَدَةٌ) dan wau ( مُوْصَدَةٌ), artinya mereka dibakar dengan api itu dalam keadaan ditutup rapat.
فِي عَمَدٍ
Pada tiang-tiang,
Dapat dibaca dhommah keduanya (عُمُدٍ) dan fathah keduanya (عَمَدٍ).
مُمَدَّدَةٍ
yang panjang.
Lafadz ini menjadi sifat dari lafadz sebelumnya; dengan demikian maka api itu berada dalam tiang-tiang tersebut.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
وَيْلٌ
Kecelakaanlah.
Lafadz ini adalah kalimat kutukan, atau nama sebuah lembah di neraka Jahanam
لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ
bagi setiap pengumpat lagi pencela, artinya yang banyak mengumpat dan banyak mencela.
Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang suka mengumpat Nabi dan orang-orang mukmin, seperti Umaiyah bin Khalaf, Walid bin Mughirah dan lain-lainnya.
الَّذِي جَمَعَ
Yang mengumpulkan.
(Mimnya) dapat dibaca sukun (جَمْعَ) dan tasydid (جَمَّعَ)
مَالًا وَعَدَّدَهُ
harta dan menghitung-hitung, dan menjadikannya sebagai bekal untuk menghadapi bencana dan malapetaka.
يَحْسَبُ
dia mengira karena kebodohannya
أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ
bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, dapat menjadikannya hidup kekal dan tidak mati.
كَلَّا
Sekali-kali tidak!
Kalimat ini mengandung makna sanggahan.
لَيُنْبَذَنَّ
Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan
Menjadi Jawab Qasam dari lafadz yang dibuang; artinya sesungguhnya dia benar-benar akan dicampakkan.
فِي الْحُطَمَةِ
ke dalam Huthamah. yang segala sesuatu yang dimasukkan ke dalamnya pasti hancur berkeping-keping.
وَمَا أَدْرَاكَ
Dan tahukah kamu, apakah kamu mengetahui
مَا الْحُطَمَةُ
apa Huthamah itu?
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ
(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, dengan besarnya.
الَّتِي تَطَّلِعُ
yang naik, maksudnya panasnya naik membakar
عَلَى الْأَفْئِدَةِ
sampai ke hati, lalu membakarnya; rasa sakit yang diakibatkan api neraka jauh lebih memedihkan daripada api lainnya, karena api neraka sangat lembut.
إِنَّهَا عَلَيْهِمْ
Sesungguhnya api itu atas mereka
Di dalam ayat ini Dhamir dijamakkan karena memandang dari segi makna
مُؤْصَدَةٌ
ditutup rapat-rapat.
Dapat dibaca pakai hamzah ( مُؤْصَدَةٌ) dan wau ( مُوْصَدَةٌ), artinya mereka dibakar dengan api itu dalam keadaan ditutup rapat.
فِي عَمَدٍ
Pada tiang-tiang,
Dapat dibaca dhommah keduanya (عُمُدٍ) dan fathah keduanya (عَمَدٍ).
مُمَدَّدَةٍ
yang panjang.
Lafadz ini menjadi sifat dari lafadz sebelumnya; dengan demikian maka api itu berada dalam tiang-tiang tersebut.
0 Komentar untuk "Tafsir Jalalain Al Humazah"