Tafsir Jalalain Surat Al Ghasyiyah aslinya bisa Anda lihat di kitabnya halaman 498 - 499. Surat Al Ghaaasyiyah termasuk Surat Makiyyah dengan jumlah 26 ayat. Ini dia Tafsir Surat Al Ghasyiyah ayat 1-26.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
هَلْ
Apakah telah
أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ
datang kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?
Yakni hari kiamat, karena pada hari itu semua makhluk diselimuti oleh kengerian-kengeriannya.
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ
Banyak muka pada hari itu,
Diibaratkan dengan muka, maksudnya adalah orang-orangnya
خَاشِعَةٌ
tunduk terhina,
عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ
Pekerja keras lagi kepayahan, maksudnya dalam keadaan lelah dan payah karena diikat dengan rantai dan belenggu.
Surat Al Ghasyiyah ayat 4-7
تَصْلَى
memasuki, dapat dibaca dengan dhommah ta atau fathah.
نَارًا حَامِيَةً
api yang sangat panas
تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ
diberi minum dari sumber yang sangat panas, atau dengan air yang sangat panas.
Surat Al Ghasyiyah ayat 6 7 beserta artinya
لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِنْ ضَرِيعٍ
Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, adalah sejenis pohon yang berduri, hewan ternak pun tidak mau memakannya karena kotor.
لَا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ
yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
Dalam QS Al Ghasyiyah ayat 4 7 Allah SWT menjelaskan tentang gambaran penghuni neraka.
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاعِمَةٌ
Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tampak bagus.
لِسَعْيِهَا
karena usahanya, sewaktu di dunia yaitu karena ketaatannya
رَاضِيَةٌ
merasa senang di alam akhirat, yaitu sewaktu mereka melihat pahalanya
فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ
dalam surga yang tinggi, secara nyata dan dapat mereka rasakan.
لَا تَسْمَعُ
Tidak kamu dengar, dapat dibaca memakai ya dan ta
فِيهَا لَاغِيَةً
di dalamnya perkataan yang tidak berguna, tiada seorang yang berkata melantur yang tidak ada gunanya.
فِيهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ
Di dalamnya ada mata air yang mengalir.
Maknanya banyak mata air.
فِيهَا سُرُرٌ مَرْفُوعَةٌ
Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan, yaitu dirinya, kedudukan dan tempatnya.
وَأَكْوَابٌ
dan gelas-gelas, yakni tempat-tempat untuk minum tanpa gagang
مَوْضُوعَةٌ
yang terletak (di dekatnya), di setiap tepi mata air yang disediakan untuk peminum-peminumnya.
وَنَمَارِقُ
Dan bantal-bantal, untuk bersandar
مَصْفُوفَةٌ
yang tersusun, dalam keadaan tersusun untuk tempat bersandar.
وَزَرَابِيُّ
dan permadani-permadani, permadani yang empuk lagi tebal
مَبْثُوثَةٌ
yang terhampar, dalam keadaan terbentang.
أَفَلَا يَنْظُرُونَ
Maka apakah mereka tidak memperhatikan, maksudnya apakah orang-orang kafir Mekah dengan perhatiannya tidak ingin mengambil pelajaran
إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ
pada unta bagaimana dia diciptakan,
وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ
Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?
وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ
Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?
وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ
Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?
Maksudnya dijadikan sehingga terhampar. Melalui hal-hal tersebutlah mereka mengambil kesimpulan tentang kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan keesaan-Nya.
Pembahasan ini dimulai dengan menyebut unta, karena unta adalah binatang ternak yang paling mereka kenal daripada yang lain-lainnya.
Firman Allah “سُطِحَتْ” jelas menunjukkan bahwa bumi itu rata bentuknya. Pendapat inilah yang dianut oleh para ulama Syara’. Jadi bentuk bumi bukanlah bulat seperti bola sebagaimana yang dikatakan oleh para ahli ilmu konstruksi. Masalah ini sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan salah satu rukun syariat.
فَذَكِّرْ
Maka berilah peringatan, kepada nikmat-nikmat Allah dan bukti-bukti yang menunjukkan keesaan-Nya
إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ
karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ
Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,
Menurut suatu qiraat, lafadz memakai huruf Sin bukan Shad, artinya menguasai mereka. Ayat ini diturunkan sebelum ada perintah berjihad.
إِلَّا
tetapi
مَنْ تَوَلَّى
orang yang berpaling dari keimanan
وَكَفَرَ
dan kafir, kepada Alquran,
فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ
maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. yaitu azab di akhirat dan azab di dunia dengan dibunuh dan ditawan.
إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ
Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, maksudnya mereka akan kembali kepada-Nya sesudah mati.
ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ
kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka atau memberikan balasan kepada mereka. Kami tidak akan membiarkan mereka selamanya.
Artikel yang terkait dengan Tafsir Jalalain Surat Al Ghasyiyah :
- tambahan surat al ghasiyah
- puisi surat al ghasiyah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
هَلْ
Apakah telah
أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ
datang kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?
Yakni hari kiamat, karena pada hari itu semua makhluk diselimuti oleh kengerian-kengeriannya.
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ
Banyak muka pada hari itu,
Diibaratkan dengan muka, maksudnya adalah orang-orangnya
خَاشِعَةٌ
tunduk terhina,
عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ
Pekerja keras lagi kepayahan, maksudnya dalam keadaan lelah dan payah karena diikat dengan rantai dan belenggu.
Surat Al Ghasyiyah ayat 4-7
memasuki, dapat dibaca dengan dhommah ta atau fathah.
نَارًا حَامِيَةً
api yang sangat panas
تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ
diberi minum dari sumber yang sangat panas, atau dengan air yang sangat panas.
Surat Al Ghasyiyah ayat 6 7 beserta artinya
Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, adalah sejenis pohon yang berduri, hewan ternak pun tidak mau memakannya karena kotor.
لَا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ
yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
Dalam QS Al Ghasyiyah ayat 4 7 Allah SWT menjelaskan tentang gambaran penghuni neraka.
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاعِمَةٌ
Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tampak bagus.
لِسَعْيِهَا
karena usahanya, sewaktu di dunia yaitu karena ketaatannya
رَاضِيَةٌ
merasa senang di alam akhirat, yaitu sewaktu mereka melihat pahalanya
فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ
dalam surga yang tinggi, secara nyata dan dapat mereka rasakan.
لَا تَسْمَعُ
Tidak kamu dengar, dapat dibaca memakai ya dan ta
فِيهَا لَاغِيَةً
di dalamnya perkataan yang tidak berguna, tiada seorang yang berkata melantur yang tidak ada gunanya.
فِيهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ
Di dalamnya ada mata air yang mengalir.
Maknanya banyak mata air.
فِيهَا سُرُرٌ مَرْفُوعَةٌ
Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan, yaitu dirinya, kedudukan dan tempatnya.
وَأَكْوَابٌ
dan gelas-gelas, yakni tempat-tempat untuk minum tanpa gagang
مَوْضُوعَةٌ
yang terletak (di dekatnya), di setiap tepi mata air yang disediakan untuk peminum-peminumnya.
وَنَمَارِقُ
Dan bantal-bantal, untuk bersandar
مَصْفُوفَةٌ
yang tersusun, dalam keadaan tersusun untuk tempat bersandar.
وَزَرَابِيُّ
dan permadani-permadani, permadani yang empuk lagi tebal
مَبْثُوثَةٌ
yang terhampar, dalam keadaan terbentang.
أَفَلَا يَنْظُرُونَ
Maka apakah mereka tidak memperhatikan, maksudnya apakah orang-orang kafir Mekah dengan perhatiannya tidak ingin mengambil pelajaran
إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ
pada unta bagaimana dia diciptakan,
وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ
Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?
وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ
Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?
وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ
Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?
Maksudnya dijadikan sehingga terhampar. Melalui hal-hal tersebutlah mereka mengambil kesimpulan tentang kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan keesaan-Nya.
Pembahasan ini dimulai dengan menyebut unta, karena unta adalah binatang ternak yang paling mereka kenal daripada yang lain-lainnya.
Firman Allah “سُطِحَتْ” jelas menunjukkan bahwa bumi itu rata bentuknya. Pendapat inilah yang dianut oleh para ulama Syara’. Jadi bentuk bumi bukanlah bulat seperti bola sebagaimana yang dikatakan oleh para ahli ilmu konstruksi. Masalah ini sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan salah satu rukun syariat.
فَذَكِّرْ
Maka berilah peringatan, kepada nikmat-nikmat Allah dan bukti-bukti yang menunjukkan keesaan-Nya
إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ
karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ
Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,
Menurut suatu qiraat, lafadz memakai huruf Sin bukan Shad, artinya menguasai mereka. Ayat ini diturunkan sebelum ada perintah berjihad.
إِلَّا
tetapi
مَنْ تَوَلَّى
orang yang berpaling dari keimanan
dan kafir, kepada Alquran,
فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ
maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. yaitu azab di akhirat dan azab di dunia dengan dibunuh dan ditawan.
إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ
ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ
kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka atau memberikan balasan kepada mereka. Kami tidak akan membiarkan mereka selamanya.
Artikel yang terkait dengan Tafsir Jalalain Surat Al Ghasyiyah :
- tambahan surat al ghasiyah
- puisi surat al ghasiyah
0 Komentar untuk "Tafsir Jalalain Surat Al Ghasyiyah"