Tafsir Jalalain Surat Al Ikhlas. Surat Al Ikhlash ini termasuk Surat Makiyyah atau Madaniyyah dengan jumlah ayat 4/5 ayat.
Rasululullah SAW pernah ditanya tentang masalah Tuhannya, maka turunlah :
قُلْ هُوَ الله أَحَدٌ
Katakanlah, "Dialah Allah Yang Maha Esa.
Lafadz الله adalah khabar dari lafal هو, sedangkan lafadz أحد adalah badal dari lafadz الله atau khabar kedua dari lafal هو.
الله الصمد
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
Lafadz ayat ini terdiri dari mubtada dan khabar, artinya Dia adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu untuk selama-lamanya.
لَمْ يَلِدْ
Dia tiada beranak, karena tiada yang menyamai-Nya
وَلَمْ يُولَدْ
dan tiada pula diperanakkan, karena mustahil Allah itu baru
وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ
Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia, atau yang sebanding dengan-Nya.
Lafadz له berta'alluq kepada lafadz كفواً. Lafadz له ini didahulukan karena dialah yang menjadi subjek penafian. Kemudian lafadz أحد diakhirkan letaknya. Posisinya sebagai isim dari lafadz يكن yang khabarnya mendahuluinya. Hal itu demi menjaga kesamaan bunyi pada akhir ayat.
Artikel yang terkait dengan Tafsir Jalalain Surat Al Ikhlas
- kesimpulan tafsir surat al-ikhlas
- tafsir jalalain surat al falaq
- tafsir ibnu katsir surat al ikhlas
- tafsir al misbah surat al ikhlas
- tafsir surat al ikhlas ayat 4
- tafsir surat al ikhlas ayat 3
- aqidah islamiyah surat al ikhlas
- tafsir tentang ikhlas
Sumber asli :
Tafsir Jalalain, hal 511 - 512
Rasululullah SAW pernah ditanya tentang masalah Tuhannya, maka turunlah :
قُلْ هُوَ الله أَحَدٌ
Katakanlah, "Dialah Allah Yang Maha Esa.
Lafadz الله adalah khabar dari lafal هو, sedangkan lafadz أحد adalah badal dari lafadz الله atau khabar kedua dari lafal هو.
الله الصمد
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
Lafadz ayat ini terdiri dari mubtada dan khabar, artinya Dia adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu untuk selama-lamanya.
لَمْ يَلِدْ
Dia tiada beranak, karena tiada yang menyamai-Nya
وَلَمْ يُولَدْ
dan tiada pula diperanakkan, karena mustahil Allah itu baru
وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ
Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia, atau yang sebanding dengan-Nya.
Lafadz له berta'alluq kepada lafadz كفواً. Lafadz له ini didahulukan karena dialah yang menjadi subjek penafian. Kemudian lafadz أحد diakhirkan letaknya. Posisinya sebagai isim dari lafadz يكن yang khabarnya mendahuluinya. Hal itu demi menjaga kesamaan bunyi pada akhir ayat.
Artikel yang terkait dengan Tafsir Jalalain Surat Al Ikhlas
- kesimpulan tafsir surat al-ikhlas
- tafsir jalalain surat al falaq
- tafsir ibnu katsir surat al ikhlas
- tafsir al misbah surat al ikhlas
- tafsir surat al ikhlas ayat 4
- tafsir surat al ikhlas ayat 3
- aqidah islamiyah surat al ikhlas
- tafsir tentang ikhlas
Sumber asli :
Tafsir Jalalain, hal 511 - 512
0 Komentar untuk "Tafsir Jalalain Surat Al Ikhlas"